Halo! Kali ini saya akan menceritakan pengalaman saya mengenai Load Balancer.

Load Balancer adalah suatu cara untuk membagi beban trafik kepada dua atau lebih jalur koneksi agar trafik dapat berjalan dengan optimal dan lancar. Suatu website harus mampu untuk menampung ratusan bahkan ribuan requests dari user. Maka dari itu, kita membutuhkan penambahan server dan juga Load Balancer agar website yang sedang diakses tetap stabil dan tidak mengalami server down.

Dalam pembelajaran kali ini, saya menggunakan NGINX untuk mengimplementasikan Load Balancer.
Hal yang pertama dilakukan adalah download NGINX pada url berikut http://nginx.org/en/download.html

Selanjutnya adalah buka folder NGINX dan jalankan Command Prompt. Lalu tuliskan start nginx. Lalu ketik localhost pada browser, maka akan muncul page NGINX jika berhasil dijalankan.

Agar NGINX dapat dijalankan, maka harus disesuaikan dengan server kita. Maka dilakukan perubahan pada nginx.conf menjadi seperti berikut


Setelah itu, agar NGINX memuat ulang nginx.conf maka tulis nginx -s reload pada command prompt. Lalu, jalankan runserver 8000 dan runserver 9000 secara bersama pada  folder project Django kita dengan 2 command prompt yang berbeda. Lalu ketik localhost pada browser.

Untuk mengecek apakah Load Balancer berhasil digunakan atau tidak, lakukan refresh pada browser dan cek pada kedua command prompt. Pada command prompt akan terlihat request dari user secara bergantian pada server 8000 dan juga server 9000. Jika terjadi seperti itu, maka Load Balancer berhasil digunakan.

Terima kasih

Referensi:

(2015, December 26). Memahami Pentingnya Load Balancing. Retrieved from https://idcloudhost.com/memahami-pentingnya-load-balancing/

(n.d.) What is Load Balancing? Retrieved from https://www.nginx.com/resources/glossary/load-balancing/

Comments